PROFESI PENDIDIKAN BAB II

Posted on Updated on


BAB 2

PROFESIONALISME GURU

HAKEKAT GURU

Guru merupakan suatu pekerjaan profesi yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian atau kecakapan khusus dan tidak dapat dilakukan sembarang orang diluar pendidikan walaupun didalam kenyataannya banyak yang tidak berlatar belakang pendidikan tetapi ia mengajar anak-anak. Agar seorang guru dapat melakukan tugasnya secara profesional ia harus menciptakan prinsip-prinsip belajar:

  1. guru harus mampu membangkitkan perhatian anak didik pada materi yang diberikan. Menggunakan berbagai media dan metode belajar yang berfsriasi.
  2. guru harus dapat membangkitkan minat anak didik untuk aktiv dalam berpikir, mencari, dan menemukan sendiri ilmu pengetahuan.
  3. guru dapat membuat urutan pembelajaran dan menyesuaikan usia anak didik.
  4. guru dapat menghubungkan pembelajaran yang akan dibutuhkan dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah dimiliki murid.
  5. guru dapat menjelaskan pelajaran secara berulang agar pemahaman anak lebih jelas.
  6. Guru dapat mengaitkan hubungan antara meta pelajaran satu dengan yang lain, sehinggah pengetahuan anak semakin luas.
  7. Guru dapat mengembangkan sikap anak, membina hubungan sosial baik dalam maupun luar kelas.
  8. Guru dapat mendalami perbedaan anak secara individu, agar dapat melayani anak sesuai dengan perkembangannya.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi yang makin pesat maka guru tidak hanya bertindak sebagai penyaji informasi tetapi juga harus mampu sebagai fasilitator dan pembimbing yang lebih banyak memberikan kesempatan pada anak untuk mencari dan mengelolah sendiri informasi.

Guru yang Profesionalisme

Haskew dan Jhonatan lendon mengatakan bahwa guru yang profesionalisme adalah orang yang mempunyai kemampuan dalam menata dan mengelolah kelas.

Morris mengatakan bahwa guru yang profesionalisme adalah orang yang sadar mengarahkan pengalaman dan tingkah laku dari seseorang individu sehinggah dapat terjadi proses pendidikan. Jadi guru adalah orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar, dan membimbing anak.

Orang yang disebut guru adalah orang yang memiliki kemampuan merancang program pengajaran serta mampu menata dan mengelola kelas agar peserta didik pada akhirnya dapat mencapai tingkat kedewasaan sebagai tujuan akhir dari pada proses pendidikan.

Guru Sebagai Suri Teladan (Contoh)

Pada dasarnya perubahan tingka laku yang ditujukan oleh anak didik dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan pengajaran yang dimiliki oleh gurunya. Atau dengan kata lain guru mempunyai pengaruh terhadap perubahan tingkah laku anak.

Guru itu harus dapat menjadi contoh anak didik karena pada prinsinya guru adalah representai dari sekelompok orang pada suatu komunitas atau masyarakat yang diharapkan dapat menjadi teladan yang dapat ditiru.

Seorang guru sangat berpengaruh terhadap hasil belajar muridnya kalu seseorang ingin menjadi guru yang profesional maka suda seharusnya ia mempunyai wawasan pengetahuan akademis dan praktis melalui jalur pendidikan berjenjang atau melalui training.

Perubahan cara belajar guru dapat melalui peningkatan kemampuan sehingga juga mengubah cara belajar murid, caranya adalah :

  1. Perkecil kebiasaan cara mengajar dengan tidak banyak mendominasi dan menyajikan informasi/ ceramah.
  2. Guru hendaknya berperan sebagai pengarah atau pembimbing, pemberi kemungkinan dengan memberi berbagai fasilitas belajar, memberi bantuan pada anak yang mengalami kesulitaan belajar dan menciptakan kondisi yang dapat merangsang anak untuk berpikir dan bekerja.
  3. Mengubah dari sekedar menggunakan metode ceramah dangan berbagai fariasi yang relevan dengan tujuan pembelajaran.

Kompetensi dan Tugas Guru

Beberapa kompetensi propesional guru yang harus menjadi andalan dalam melaksanakan tugasnya :

  1. Kompetensi profesional

Kompetensi profesianal seorang guru adalah seperangkat kemampuan yang harus dimiliki agar ia dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. kompetensi-kompetensi itu adalah : a) kompetensi pribadi : sebagai koadrat manusia dan mahluk Tuhan, guru harus menguasai pengetahuan yang akan diajarkan kepada anak secara benar dan bertanggung jawab. Kompetensi pribadi guru harus disiapkan secara matang karena akan diuji oleh masyarakat. b) kompetensi sosial : seorang guru harus memahami bahwa manusia adalah mahluk sosial sehinggah didalam belajar prinsip-prinsip kebersamaan anak juga dipertimbangkan. Kemudian antara anak dan anak, antara anak dan guru harus dikembangkan sedemikian rupa sehinggah kebersamaan itu tidak hanya diwujutkan didalam kelas tetapi diluar kelas bahkan didalam masyarakat. c) kompetensi profesional mengajar : guru sebagai pengelolah proses pembelajaran harus memiliki kemampuan dalam hal :

–       Merencanakan sistem pembelajaran yang terdiri dari : merumuskan tujuan pembelajaran, memiliki prioritas materi yang akan diajarkan, memilih berbagai metode yang akan dipakai, memilih dan menggunakan sumberdaya, memilih dan menggunakan media pempelajaran.

–       Melaksanakan sistim pembelajaran yang terdiri dari : memilih bentuk kegiatan pembelajaran yang tepat, dan menyajikan urutan pembelajaran yang tepat.

–       Mengevaluasi sistim pembelajaran yang terdiri dari : memilih dan menyusun jenis evaluasi, melaksanakan evaluasi, mengadministrasikan hasil evaluasi.

–       Mengembangkan sistem pembelajaran yang terdiri dari : mengoptimalkan potensi anak, meningkatkan wawasan dan kemampuan diri sendiri, mengembangkan program pembelajaran lebih lanjut.

Selain dari apa yang tertera diatas sejak tahun 1999 pemerintah melalui DEPDIKNAS RI telah mengeluarkan 10 kompetensi guru :

–       Mengembangkan kepribadian

–       Menguasai landasan pendidikan

–       Menguasai bahan pelajaran

–       Menyusun program pengajaran

–       Melaksanakan program pengajaran

–       Menilai hasil program pembelajaran yang telah dilaksanakan

–       Menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperlun pengajaran

–       Menyelenggarakan program bimbingan dan penyuluhan

–       Berintegrasi dengan sejawat dan masyarakat

–       Menyelenggarakan administrasi sekolah

  1. Seperangkat Tugas Guru

Menurut Uzer ada 3 jenis tugas guru : tugas dalam bidang profesi, tugas dalam bidang kemanusiaan, dan tugas dalam bidang kemasyarakatan.

Tugas guru dalam bidang profesi meliputi mendidik dan mengajar. mendidik dalam arti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. megajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sedangkan melati berarti mengembangkan keterampilan anak didik.

Tugas guru dalam bidang kemanusiaan adalah sebagai pengganti orang tua di sekolah, dapat memahami dengan sungguh-sungguh tugas perkembanggannya mulai dari kecil, remaja, hinggah mencapai kedewasaan, serta membantu anak didik sebagai anak yang dewasa dan bertanggung jawab.

Tugas guru dalam kemasyarakatan adalah mencerdaskan kehidupan bengsa melalui pendidikan kepada masyarakat, ikut berpartisipasi didalam kegiatan-kegiatan sosial seperti bencana alam, pramuka, dan sebagainya.

Disamping tugas-tugas guru diatas secara khusus perlu dijelaskan tantang tugas guru sebagai pengolah proses pembelajaran :

–       Menilai kegiatan proses pebelajaran

–       Mampu menciptakan kondisi yang memungkinkan anak belajar sambil bekerja

–       Mampu mengembangkan kemampuan anak-anak dalam menggunakan alat-alat peraga

–       Mengkoordinasikan dan mengarahkan serta memaksimalkan kegiatan kelas

–       Megkomunikasikan semua informasi dari dan atau kepada anak didik

–       Bertindak sebagai manusia sumber

–       Membimbing pengalaman hidup anak sehari-hari

–       Mengarahkan anak didik agar mandiri dan sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan pada guru

–       Mampu memimpin kegiatan belajar yang evektif dan evisien untuk mencapai hasil yang maksimal.

Peranan Guru Dalam Pembelajaran Tatap Muka

Menurut Moon ada beberapa peranan guru dalam pembelajaran tatap muka :

  1. Guru sebagai perancang pembelajaran : pemerintah dalam hal ini DEPDIKNAS telah memprogramkan bahan-bahan pelajaran yang harus diberikan guru kepada anak didik pada suatu waktu. Untuk dapat melakukan tugas itu maka seorang guru dituntut berperan aktiv dalam merencanakan pembelajaran dengan memperhatikan komponen-komponen dan sistem pembelajaran sebagai berikut : membuat dan merumuskan TIK (tujuan instruksionak khusus) yang bisa dilakukan anak; menyiapkan materi yang relafan dengan tujuan, waktu, fasilitas, perkembangan ilmu, kebutuhan, kemampuan siswa, sistematis dan fungisional efektif; merancang metode yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi siswa; menyediakan sumber-sumber belajar; menyediakan media yang dipakai.
  2. Sebagai pengelolah pembelajaran : tujuan umum pengelolaan kelas adalah menggunakan fasilitas bagi berbagai macam-macam kegiatan mengajar. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan sisiwa dalam menggunakan alat-alat belajar, menciptakan kondisi yang memungkinkan kemampuan siswa dalam belajar dan bekerja serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Suatu ciri manajeman kelas yang baik adalah tersedianya kesempatan bagi siswa untuk melepaskan ketergantungannya secara bertahap pad gurunya. Sebagai menejer guru diharapkan mampu mempergunakan ilmu pengetahuan tentang teori belajar mengajar, mengendalikan situasi belajar sehinggah tujuan dapat tercapai.
  3. Guru sebagai pengarah pembelajaran : guru hendaknya senantiasa menimbulkan, memelihara, dan meningkatkan motivasi anak untuk belajar (guru mampunyai fungsi sebagai motivator). Ada 4 hal yang dapat dikerjakan oleh guru dalam memberikan motivasi pada muridnya yaitu :  membangkitkan dorongan siswa untuk belajar; menjelaskan secara kongkrit apa yang akan dilakukan pada akhir pelajaran; memberikan ganjaran terhadap prestasi yang dicapai sehinggah dapat merangsang prestasi jadi lebih baik; dan membentuk kebiasaan belajar yang baik.

Dalam hal guru berfungsi menjadi pembimbing bagi anak-anak maka ada hal-hal yang perlu dilakukan yaitu : mengenal dan memahami setiapa anak didik baik secara individu maupun secara kelompok; menbantu setiap anak dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya; memberikan kesempatan yang memadai agar setiap anak dapat belajar sesuai kemampuannya; mengevaluasi keberhasialan rancangan cara pembelajaran dan rangka kegiatan yang telah dilakukan.

  1. Guru sebagai evaluator : tujuan utama penilaian ialah untuk melihat tingkat keberhasilan, evektivitas, dan evisiensi pelaksananaan pembelajaran. Disamping itu kita melihat masalah-masalah yang sering dialami dan mencoba mencari hasil alternatif pemecahannya.
  2. Guru sebagai koselor : peran guru sebagai konselor atau pembimbing diharapkan dapat merespon segala masalah tingkah laku murid dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu mereka harus dipersiapkan agar :

-Dapat menolong anak didik : memecahkan masalah-masalah yang timbul antara anak dengan orang tuanya atau sesama anak didik sehinggah dapat belajar dengan terarah. -Guru dipersiapkan untuk membimbing komunikasi yang luas terutama sesama anak dan anak dengan lingkungannya (masyarakat) dimana anak itu tinggal. -Guru dipersiapkan mempelajari ilmu khusus terutama ilmu bimbingan dan penyuluhan sehinggah mampu dan terampil dalam melaksanakan tugas.

  1. Guru sebagai pelaksana kurikulum : kurikulum adalah seperangkat pengalaman belajar yang didapatkan anak selama mengalami suatu proses pendidikan. Keberhasilan dari suatu kurikulum sangat tergantung dari himpunan seorang guru, artinya guru adalah orang yang bertanggung jawab dalam upaya mewujudkan segala sesuatu dalam suatu kurikulum resmi alasannya adalah : – Guru adalah pelaksana langsung kurikulum dikelas.         – Guru yang bertugas mengembangkan kurikulum pada tingkat pembelajaran karena ia memiliki tugas : menganalisis tujuan berdasarkan apa yang tertuang dalam kurikulum; mengembangkan alat evaluasi berdasarkan kurikulum; merumuskan bahan-bahan yang disesuaikan dengan isi kurikulum; merumuskan bentuk kegiatan belajar yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak. – Gurulah yang langsung menghadapi berbagai permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan kurikulum.

Ada beberapa  masalah yang dihadapi guru dalam pembinaan dan pengembangan kurikulum : permasalahan yang berhubungan dengan tujuan dan hasil yang diharapkan serta berkaitan dengan lembaga pendidikan; permasalahan yang berhubungan dengan isi atau materi/bahan pelajaran dan cara pelaksanaannya; permasalahan yang berhubungan dangan proses penyusunan kurikulum dan refisi  kurikulum.

Peranan guru dalam pembinaan dan pengembangan kurikulum : berperan dalam perencanaan kurikulum; berperan dalam pelaksanaan dilapangan/sekolah; berperan dalam penilaian; berperan dalam pengadministrasian; dan berperan dalam perubahan dalam kurikulum.

  1. Guru dalam pembelajaran menerapkan kulikuler berbasis lingkungan : peranan guru dalam kurikulum berbasis lingkungan tidak kalah aktivnya dengan peserta didik. Seorang guru dalam mengaktivkan muridnya dalam berlajar paling tidak harus memilih 3 hal : ilmu pengetahuan, sikap, dan pengetahuan. Tugas dan tanggung jawab guru dalam pembelajaran yang bernafaskan lingkungan adalah sebagi berikut : mampu menjabarkan bahan pelajaran dalam bentuk-bentuk cara penyampaian; terampil dalam menciptakan interaksi antara anak didik dengan lingkungan; dan terampil dalam memanfaatkan potensi lingkungan sebagai alat pembelajaran.
  2. Tugas dan tanggung jawab guru : tugas dan tanggung jawab seorang guru adalah mengendalikan proses pembelajaran disekolah disamping itu ia harus dapat menciptakan situasi dan kondisi disekolah khususnya didalam kelas agar apa yang disampian kepada murid dapat menimbulkan minat anak untuk mempelajarinya.

Ada beberapa kemampuan dasar yang perlu dimiliki seorang guru agar dapat mendorong minat anak untuk belajar : – mampu menjabarkan baha pelajaran kedalam berbagai bentuk cara penyampaian (24 metode mengajar ). – mampu merumuskan tujuan pembelajaran baik tujuan umum maupun tujuan khususu. – menguasai berbagai cara belajar efektif. – memiliki sekap positif terhadap tugas profesinya sehinggah ia senantiasa berusaha dengan baik. – terampil dalam membuat alat peraga pembelajaran. – terampil dalam menggunakan metode belajar. – terampil dalam menciptakan komunikasi dengan anak. – terampil dalam mengelola kelas sehinggah muncul suasana yang kondusif dan bersifat kekeluargaan.

Syarat guru yang baik

Untuk memaksimalkan mutu pendidikan yang baik maka dibutuhkan guru yang profesional, syarat-syarat seseorang untuk menjadi seorang guru :

  1. Syarat umum : harus berijasah sarjana, sehat jasmani dan rohani, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bertanggung jawab, berjiwa nasional, dan bersikap demokrasi.
  2. Syarat khusus : – bersikap adil dan dapat dipercaya. – sabar, relaberkorban dan menyayangi anak didiknya. – memiliki kewibawaan dan tanggung jawab akademis. – bersikap baik pada sesama rekan guru, sataf dan masyarakat. – memiliki wawasan pengetahuan yang luas dan menguasai mata pelajaran yang dibinanya. – selalu mengintrofeksi diri dan sikap menerima kritik dari siapa pun. – berupaya meningkatkan pendidikan pribadinya kejenjang yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s