PROFESI PENDIDIKAN (PENDAHULUAN)

Posted on Updated on

PROFESI PENDIDIKAN

(PENDAHULUAN)

ARTI DAN MAKNA PROFESI PENDIDIKAN

Organisasi pendidikan yang bernaung dibawah sejumlah asosiasi kependidikan seperti persatuan guru republik Indonesia (PGRI), ikatan sarjana pendidikan siswa (IPSI), himpunan sarjana administrasi pendidikan (HSAP), asosiasi bidang studi kelompok kerja guru (KKG), dan sebagainya belum dapat memberikan jawaban yang berarti apakah pekerjaan pendidik dan guru sudah dapat disebut profesi.

Dalam undang-undang sistem pendidikan nasional (UUSPN)/2003 pasal 39:1 dengan tegas dinyatakan bahwa “Tenaga pendidikan bertugas menjalankan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, pelaksanan teknis, untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.”

Pada ayat 2 dinyatakan bahwa “pendidikan merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, melakukan bimbingan dan penelitian, serta pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat terutama kepada pendidik yang ada dilevel perguruan tinggi.”

Pernyataan tersebut diatas dipertegas oleh PPRI (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia) no.38/1992, bab II, pasal 3:1 yang menyatakan bahwa “tenaga kependidikan itu terdiri atas tenaga pendidik, penilik, pengawas, peneliti, pengembang bidang pendidikan, laboran, teknisi sumber belajar, dan penguji.”

Pada ayat 2 dijelaskan bahwa tenaga pendidik terdiri atas pembimbing dan pelati. Sedangkan yang dimaksut dengan pengelolah satuan pendidikan adalah kepala sekolah, direktur, ketua, rektor, dan pimpinan satuan pendidikan luar sekolah.

Good Dictionary of Education menulis bahwa profesi itu merupakan suatu pekerjaan yang disiapkan secara khusus atau spesialis yang relatif lama di perguruan tinggi dan diatur dengan kode etik secara khusus.

PENGERTIAN PROFESI

Pada hakikatnya profesi adalah sikap yang bijaksana (informed responsive) yaitu pelayanan oleh keyakinan, kemampuan, teknik dan prosedur yang mantap diiringi sikap kepribadian tertentu.

Menurut Volmer dan Mills profesi adalah sebagai suatu spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui studi dan training, bertujuan mensuplai keterampilan melalui pelayanan dan bimbingan pada orang lain untuk mendapatkan sesuatu imbalan atau upah.

MC Cully mengemukakan suatu pengertian bahwa didalam suatu pekerjaan profesional menuntut proses yang berdasarkan intelektualitas  yang secara sengaja harus dipelajari dan secara langsung dapat dibandingkan kepada orang lain.

Profesi = jabatan

Profesional = keahlian

Definisi diatas memberikan gambaran seorang profesional dalam melakukan pekerjaan harus melakukan tujuan yang mantap dan penuh pertimbangan yang rasional.

Berdasarkan pada kedua pengertian tersebut diatas maka guru atau tenaga kependidikan lainnya juga terkait dengan tenaga professional, untuk itu profesi guru dituntut memiliki accountability/pertanggung jawaban.

Menurut Edgir profesi adalah suatu set pekerjaan yang telah dikembangkan secara khusus sesuai dengan norma-norma dalam mengarahkan peran-peran yang akan dilakukan dalam masyarakat.

Pengertian lain ditemukan oleh Diana W Kommers yang menyatakan bahwa profesi adalah seperangkat pengetahuan dan keterampilan yeng diperoleh lewat pendidikan atau latihan dalam waktu yang cukup lama yang berprioritas pada pelayanan pada masyarakat.

Cogen menjelaskan bahwa profesi adalah suatu jawaban (vocation) dalam pelaksanannya seorang lebih dahulu memperoleh pengetahuan teoritis dengan cara belajar pada suatu jurusan yang relatif dengan profesi.

Berdasarkan uraian diatas maka dapatlah diambil keputusan bahwa profesi adalah pelayanan jabatan yang bermanfaat dan pernilai bagi masyarakat sebagai suatu spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui pengetahuan teoritis.

Jadi profesi itu adalah suatu lapangan pekerjaan dalam melakukan tugasnya memerlukan teknis dan proses ilmiah memiliki dedikasi tinggi menyikapi pekerjaan serta berorientasi pada pelayanan.

PENGERTIAN PROFESIONALISASI

Istila profesionalisasi menurut Sutista menunjuk kepada proses dalam mana kelompok-kelompok pekerjaan sedang mengubah sifat-sifatnya yang esensial mendekati model yang sungguh. Menurut Sutista profesionalisasi ialah suatu proses perubahan dalam suatu status suatu pekerjaan dari non profesi menjadi profesi.

Ada 3 ahli yang memberikan pendapat tentang status profesional :

Caplow : menurut Caplow ada 3 hal yang pelu diperhatikan yang berkaitan dengan profesianalisasi yaitu penetapan suatu asosiasi profesi, penetapan titel pekerjaan, dan membuat kode etik.

Green Wood : menurut Green Wood apa yang dikemukakan oleh Caplow belum sepenuhnya memiliki kriteria profesional alasannya adalah bahwa pekerjaan boleh dialokasikan sepannjang bergerak dari ukuran rendah sampai ketinggi kemudian memiliki profesi sebagai atribut untuk meningkatkan profesi menjadi sedemikian besar. Pengakuan profesi oleh masyarakat sepanjang asosiasi itu bertumbuh pada masyarakat.

Wilensky menulis bahwa profesionalisasi dikatakan sudah ada apabila kemampuan seseorang sudah meningkat dan memberikan urutan-urutan penting didalam pengambilan keputusan. Peningkatan kemampuan misalnya : seorang staf mulai bekerja full time, sekolah menetapkan training atau pelatihan yang refresentatif (berkualitas), menerbitkan suatu kode etik, serta membentuk asosiasi profesi.

PENGERTIAN PROFESIONAL DAN JABATAN PROFESIONAL

Profesional berasal dari bahasa latin yaitu profesia atau pekerjaan, keahlian, jabatan, guru besar, atau seseorang yang melibatkan diri  dalam salah satu keahlian yang harus dipelajari secara khusus.

Dalam kamus bahasa Indonesia tertulis bahwa profesional adalah orang yang melakukan olahraga dengan menerima bayaran atau pemain bayaraan.

Jarvis mengatakan bawa profesional dapat diartikan sebagi suatu tugas profesi, juga sebagai seorang ahli (expert). Jabatan profesi juga sebagai seorang ahli dimana mereka melakukan tugas keahliannya atas dasar kaidah keilmuannya secara objektif bukan atas dasar perasaan atau pesanan dari pihak-pihak tertentu yang berkepentingan. Jabatan profesi baru dapat diperoleh setelah menyelesaikan studi diperguruan tinggi keudian ditambah dengan pendidikan khusus yang disebut dengan pendidikan profesional.

PENGERTIAN PROFESIONALISME

Menurut Freidson profesionalisme sebagai komitmen untuk ide-ide profesional dan karier. Profesionalisme tidak dapat dilakukan atas dasar perasaan, kemauan, pendapat, tetapi oleh pengetahuan akademik.

Paure mengatakan bahwa profesionalisme harus mereduksi lama pendidikan untuk memberikan kualivikasi yang khusus sesuai standar yang ada.

PROFESI PENDIDIKAN

Jabatan urusan pendidikan pada level pemerintah pusat, profensi, kabupatan, kota, adalah jabatan struktur birokrasi bukan jabatan profesional kependidikan (belum tentu profesi).

Guru, pembimbing, superfaiser, dan tenaga pendidik lainnya adalah profesi kependidikan.

Guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai profesi dilandasi atas panggilan hati nurani, ilmu pengetehuan dan teknologi, dan bertumpuh pada pengabdian dan sikap-sikap kepribadian yang mulia.

Pada hakekatnya guru tidak saja diberlakukan sebagai tugas profesional tetapi juga sebagai tugas profesi utama.

PENTINGNYA JABATAN  PROFESI PENDIDIKAN GURU

Profesi guru tampaknya masih dalam posisi yang kurang menguntungkan baik dari segi fasilitas, finansial yang berkaitan dengan kesejahteraan maupun penghargaan dari masyarakat.

Permasalahan Profesi Guru

Aspek dan permasalahan guru di Indonesia dapat dikemukakan :

Persoalan masa depan guru yang harus dipikirkan dan dirumuskan secara baik adalah menyangkut profesi; guru dibebankan untuk menetapkan nilai-nilai dalam masyarakat yang sampai saat ini belum mantap; kemajuan iptek menuntut profesi guru untuk memiliki kemampuan yang dapat mengimbangi kemajuan tersebut; peningkatan ekonomi pada masyarakt menimbulkan harapan peningkatan pelayanan pendidikan dari guru; tidak memfungsikan organisasi profesi sebagai lambang kontrol terhadap kemampuan dalam memperjuangkan profesi guru; guru sebagai kelompok profesional sebaiknya memiliki filsafah hidup sebagai panutan anak didik.

Permasalahan guru adalah sekaligus merupakan permasalahan bangsa kedepan yang perlu mendapat perhatian baik masyarakat maupun pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s