Alasan Di Balik Kegagalan

Bila anda mencari alasan untuk sebuah kegagalan, anda bisa temukan berjuta-juta dengan mudahnya. Namun, alasan tetaplah alasan, la takkan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. Kerapkali. alasan serupa dengan pengingkaran. Semakin banyak menumpuk alasan, semakin besar pengingkaran pada diri sendiri. Ini menjauhkan anda dari keberhasilan; sekaligus melemahkan kekuatan diri sendiri. Berhentilah mencari suatu alasan untuk menutupi kegagalan. Mulailah bertindak untuk meraih keberhasilan.

 

Belajarlah dari penambang yang tekun mencari emas. Ditimbanya berliterliter tanah keruh dari sungai, la saring lumpur dari pasir, la sisir pasir dari logam. Tak jemu ia lakukan hingga tampaklah butiran emas berkilauan. Begitulah semestinya anda memperlakukan kegagalan. Kegagalan itu seperti pasir keruh yang menyembunyikan emas. Bila anda terus berusaha, tekun mencari perbaikan di sela-sela kerumitan, serta berani menyingkirkan alasan-alasan, maka anda akan menemukan cahaya kesempatan. Hanya mencari alasan, sama saja dengan membuang pasir dan semua emas yang ada di dalamnya.

Sebuah Renungan

Kalau kita mencoba untuk merenung sejenak dan melupakan semua

kesibukan sehari-hari maka kita akan menyadari bahwa manusia jaman

sekarang ini paling lama umurnya 80 tahun. Itupun sudah termasuk

panjang umur.

Tetapi kita sering lupa akan hal ini sehingga kita mati-matian mengejar

uang, harta, jabatan dan mengabaikan hati nurani kita. Kita menginjak dan

menghina orang yang tidak seberuntung kita dan kita menjilat serta

mencari muka terhadap orang kaya dan berpangkat.

Kita menilai orang dari mobil, rumah, harta, atau jabatannya dan bukan

pada pribadi seseorang. Ini yang membuat kita menjadi orang yang egois,

serakah, sombong, materialis dan membutakan hati nurani kita sendiri.

Masing-masing orang bersaing untuk saling melebihi dan pamer

kekayaan, pamer rumah, pamer mobil, dan lain-lain. Padahal itu semua

hanya membuat orang yang tidak seberuntung kita menjadi panas hati

dan iri hati.

Untuk itu kita harus sadar dan ingat bahwa hidup ini tidak semata-mata

mengejar uang, harta, jabatan, tapi yang utama hidup ini harus kita isi

dengan perbuatan-perbuatan yang berguna dan bermanfaat baik bagi diri

kita sendiri maupun bagi orang lain.

Itu semua membuat kita merasa puas, bahagia, rendah hati dan

mempunyai empati terhadap orang yang tidak seberuntung kita. Rejeki

kita tidak akan habis, malahan rejeki kita akan lancar dan tidak terputus

bila kita mau membagi sebagian dari rejeki kita untuk orang-orang yang

memang benar-benar membutuhkan bantuan kita.

Marilah hidup ini kita isi dengan perbuatan-perbuatan yang berguna dan

bermanfaat baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s